Friday, November 2, 2007

Cinta hanya akan goreskan luka

Kala bulan tak seterang purnama
Dan bintang tertutup pekatnya malam
Ku sendiri terselubung kabut duka
Yang selalu setia goreskan luka
Dihati yang dirundung kecewa
Mengangga lebar,menyakitkan
Akankah semua ini musnah
Tinggalkan hidupku yang mendera
Penuh goresan luka
Trgantikan oleh cinta
Yang kan terangi malam-malamku
Yang kan halau pekat malamku
Dan mengusir kabut luka itu …,.?
Dijalan setapak kutatap hamparan
Luas terisi bermacam rasa
Satu sisi tergores jelas bahwa
Luka itu nyata
Tapi kenapa hanya senyum kecil yang nampakbagaimana dengan tangis ….?
Ternyata kering tanpa airmata
Yang telah habis oleh gersangnya
Kasih sayang
Kapan luka ini kan sembuh..?
Menjauh dari baying-bayng hidup
Kembali merenggut
Dalam satu kehidupan’yang damai dan penuh akan cinta

Mengapa sepi ini tak kunjung pergi
Kucoba tuk lupakan dirinya
Sesosok jiwa penawar kerinduan
Kini menghilang tanpa jejak
Kemanakah harus kutemui sosok itu lagi
Karma hanya dirinya yang
Mampu mengerti akan diriku
Sesalku mendera..
Bersimpuh dalam doa
Inginkan dia kembali dalam pelukan

Terpekik hati namun entah mengapa kau tak jua mendengarnya
Ingin ku tak hiraukan semua
namun tetap saja kau tak kunjung datang
Sampai kucoba tuk mencarimu dari sekian gerombolan manusia
Namuntak jua terlihat dirimu olehku
Meski yang terakhir kudengar
Kau tak lagi disampingnya

Sesalku karena dusta

jika kemarin,aku tak pergi darimu
jika kemarin aku memilih hidup dgnmu
jika kemarin aku tak berterus terang padamu
mungkin aku takkan seperti sekarang
kejujuran buatmu terluka........
tapi tidak bagiku.......
kejujuranku buatku merasa tak terbebani


tapi mengapa sekarang aku bersedih
kini aku benar2 menjadi org yg tak berarti
aku tlah kehilangnmu...karna kejujuran hatiku
mengapa aku harus berterus terang
bahwa selama ini aku terpaksa denganmu
sungguh....aku tlah merusak hari bahagiamu
aku tega dan mungkin aku juga kejam
tlah melukaimu yg slalu setia menantiku


seandainya aku tau.........
aku takkan berterus terang.......
andai kutau org yg kusayang mendustaiku
aku rela hidup denganmu.....
walau kau bukan pilihanku...
aku rela hidup dg kau yg tak kucinta
daripada kuharus terluka seperti ini......

Seseorang yang tak pernah terganti

Hujan kini tak kunjung datang
Membasahi kerinduan yang menggelora
Kalbu ini mulai gersang
Rindu akan dekapan kasihmu
Setetes embun nan sejukpun tak menggantikanya
Karna sayang itu tak kan pernah tergantikan darimu
Hanya saja terasa sepi menngelayut dalam jiwa
Inginku untai kata-kata manja
Lewat senandung cinta yang mekar
Diriku kini tenggelam
Dalam rayuan lelaki buaya

Hati ini sunyi tampamu
Pernah kucobva tuk lupakan semua itu
Namun tak sanggup ku enyahkan rasa itu
Berkali ku menghindar
Namun tetap saja rasa itu mengejarku
Entah sampai kapan ku menderita
Walau hati ingin terobati
Namun semuanya tak pernah perduli
Kepada hati yang terluka
Dan meski sendiri
Teguh hati melekat,menyatu

Saat cinta tiada

masih tersimpan bayang senyumnya yang manis membuatku merasa hidup
masih terngiang suaranya yang membuatku merasa damai
masih tersimpan tatap matanya yang membuatku merasa bahwa dia masih bersamaku
masih tersimpan cinta tulusku untuknya yang membuat hidupku jauh lebih berarti

aku begitu mencintainya hingga sulit untuk kulepas semua kenangan indah saat dia masih bersamaku menjalani semua kisah indah berdua
aku begitu menyayanginya hingga sulit kuungkapkan semua perasaanku saat kusadari dia telah pergi meninggalkan aku sendiri di sini

entah mengapa cinta ini begitu dalam untuknya
entah mengapa aku tetap tak bisa menerima kenyataan bahwa cinta telah tiada di sisiku

saat dia ada aku merasa tenang
saat cinta tiada lagi aku merasa hilang

Rintihan sekeping hati

kembara hati larakan jiwa yang nelangsa
aku dicekam kepiluan lara
ntah kemana sukaku menghilang
kini tenggelam dalam duka yang panjang

aku lelah mencari kepastiankah
dusta dan candradimuka yang kutelan
lelah sanubari terbaring dalam kehampaan
rasaku hilang ditelan angin kepalsuan

kau yang ntah kemana
pergi tinggalkan sejuta kehampaan
tanpa ekspresi kau hadirkan kegelapan
tanpa rasa kau tumpahkan aku kedalam sedu sedan itu

dosakah aku mencintaimu ??
salahkah aku mengharapkanmu lebih dari yang biasa?
begitu besarnya arti DIA dibandingkan AKU ?
sehingga begitu tega kau tinggal aku dalam malam - malam gelap...

pulanglah sayang,
pulanglah dalam peraduanku
marilah kedalam pelukanku yang hangat sehangat kopi pahitmu dipagi hari
kutunggu engkau di kapas putih, dibibir fajar..

Tak sempurna............

Pejamkan mata hatiku
Heningkan perasaanku
Hilangkan benih cintamu
Yang pernah bersemi dihati

Ku coba pejamkan mata hatiku
Sekali lagi tuk berfikir
Masihkah salju hatimu
Seputih sayap malaikatku
Yang ada di surga langit

Masih terlintas dilubuk hatiku
Senyum tulusmu padaku
Manis bibirmu saat ku kecup
Hangat peluk tubuhmu
Semua masih terekam merdu

Mata air dihatiku meluap
genangi kelopak mataku
Tetes demi tetes disela mataku
Terjatuh lepas bersama isakku

Tiap tetes air mataku
Hilangkan cintaku padamu
Pudarkan janjimu padaku
Yang pernah kau benarkan
Hanya untukku selalu

Semua tak sempurna
Karena kau telah temukan malaikat penjagamu
Semua hanya jadi drama cintaku
Dengan tawamu diatas laraku

Walau hatiku teriak ingkarinya
tapi rasa itu masih ada
walau ku harus tetap bersandiwara
apakah menanti itu suatu hal yang memuakkan??

Wednesday, September 26, 2007

Hari Kemerdekaan

Pada tanggal 17 Agustus itu merupakan hari proklamasi. Biasanya orang Indonesia menjelang hari ini mengadakan lomba seperti lomba makan kerupuk, lomba kepruk kendil, lomba basket, dll.
Di sekolahan saya selalu mengadakan lomba menjelang hari itu. Biasanya lomba yang selalu diadakan seperti lomba kepruk kendil, lomba MADING, lomba benteng-bentengan, lomba sepak bola, dll.Pada waktu itu saya mengikuti lomba kepruk kendil, sejujurnya saya tidak mau tapi karena saya dipaksa jadi saya mengikuti lomba itu. Ketika saya hendak main, saya melihat anak lain yang sedang lomba. Ternyata dia anak kelas X, dia ketika hendak memukul kantong berisi air. Ketika dia berlari, dia langsung jatuh karena di bawahnya itu terdapt sebuh batu, jadi dia jatuh.
Ketika saya mulai lomba, jantungku berebar-debar lagian lo lawanku anak kelas X. Dia lo anaknya kalau berlari sangat cepat dan selalu focus. Jadi, saya langsung merasa menyerah. Ketika waktu lomba dimulai saya berlari cepat, tiba-tiba saya langsung jatuh. Haduh sungguh memalukan sekali teman-temanku langsung menertawakanku. Perasaan saya sudah benar kalau saya ikut lomba ini pasti kalah.
Pada hari Sabtu, di sekolah mengadakan jalan sehat. Ketika hendak dimulai, saya baru datang jadi saya takut ketinggalan. Ketika di mulai jalan sehatnya, saya ketinggalan jauh. Lalu saya lari menyusul, setelah itu saya ketemu sama Tia. Jadi, saya jalan sama si Tia, di tengah jalan saya bercanda tawa sama Tia. Ketika sampai di sekolahan ternyata ada band-band, sungguh ramai sekali.